H-2/H-4/H-24

comfort_zoneMerebahkan badan sembari mengeringkan keringat sehabis bermain futsal, kuraih notebook untuk sekedar menuangkan isi otakku. Membanggakan permainan futsal gue yang udah lumayan di banding sebelum kenal bola sama sekali, rasanya emang gue baru kenal dunia ini, memikirkan kehidupan esoks embari nonton berita penggembosan KPK secara sistematis. Berat euy, tapi geram liat kelakuan para penggembos KPK, tapi apa iya bener begitu? Kalo emang ini sebuah penggembosan berarti negara ini dah dalam taraf yangmenkhawatirkan. Gimana nggak, pemerintah aja dah bisa di arahkan untuk secara sistematis melakukan “pengompongan” terhadap salah satu institusi penggaruk para koruptor. Ah, tapi itu urusan politik yang terlalu berat bagi otak gue yang dah males mikir.

Futsal bagi gue selain untuk melatih fisik biar gak terlalu “klelar-kleler” juga sebagai media untuk bercengkrama bersama sahabat-sahabat seperjuangan di Jakarta ini. Walau bagaimana pun adanya mereka tetap mereka adalah keluarga gue di perantauan ini. Kadang kala menyenangkan, kadangkala meeka menyebalkan tapi itulah mereka.. hoho.. para sahabat gue.

Tapi malam ini banyak kejadian unik yang jarang-jarang gue temuin. Malam ini pertama kalinya BT45 gue bocor, haha.. lebay.. tapi dengan tulisan seperti inilah pikiran gue jadi lebih ayem, kumaha aing lah pokoknya mah. Ditemenin ayank nungguin ban ditambal, kami melihat bajai yang masuk jalur busway yang lagi “ngeden” abis-abisan gas pol karena dibelakangnya “diserudukin” ama empunya yang punya jalur busway.. haha, dan yang paling konyol adalah saat gue nunggu lama abang tukang tambal bannya yang lagi asik ngobrol di beakang ma temen-temennya, dimana gue pikir nambal bannya blom selesai, gue bertanya

“Masih lama bang?” sambil pe-de abis

Abang itu mengacungkan 8 jarinya.

“Oo.. masih 8 menit lagi” pikir gue dalam hati yang langsung gue beritahukan ke ayank bahwa kami masih harus nunggu 8 menit lagi.

Tapi ini lebih dari 8 menit bos, ini terlalu lama buat cuman nambal ban, gue pun bertanya lagi

“Udah bang?”

“Udah mas, delapan ribu” gue kaget

Ternyata, 8 jari tadi adalah bahwa harga nambal Rp. 8.000, dan akupun berkata..

“Betapa linglunya gue” sambil nahan malu ke ayank :P

Share this Post:
Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

No Responses to “H-2/H-4/H-24”

Leave a Reply:

Name (required):
Mail (will not be published) (required):
Website:
Comment (required):
XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>